Ifan Seventeen terpaksa kehilangan orang-orang terdekatnya akibat amukan tsunami di Tanjung Lesung, Anyer, Serang, Banten pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu. Meski sudah ikhlas, terbersit tanda tanya pada diri Ifan terkait kinerja Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ifan merasa janggal dengan pernyataan BMKG yang sempat menyatakan gelombang di Anyer bukanlah tsunami. Padahal, banyak dokumentasi yang merekam kejadian dan menyatakan sebaliknya.
" Sebenarnya ada yang masih penasaran di aku, ini terkait masalah BMKG. Jadi aku ingat setelah kejadian Ade Jigo ngirim video, upload kalau itu tsunami, kembaranku juga instastory kalau itu tsunami soalnya hp-nya selamat, ini berarti bencana tsunaminya jelas terjadi," katanya seperti dilansir dari Liputan6.com.
Menurut Ifan, sangat disayangkan BMKG gagal mendeteksi tsunami sejak dini. Alhasil, ratusan korban pun berjatuhan.
" Aku enggak mencari kambing hitam atas kesedihanku, aku cukup dewasa, aku enggak mencoba menyalahkan atas musibah yang bencana, maksudku gini loh, BMKG itu badan yang dibangun untuk memperingatkan masyarakat terhadap tanda-tanda adanya bencana, kan begitu?" tutur Ifan dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta.
Informasi tsunami yang dikeluarkan setelah kejadian dianggapnya tidak berguna lantaran sudah terlambat.
" Kalau informasinya dikeluarkan setelah adanya bencana ini kan berarti useless (tak berguna). Tapi kalau informasinya dikeluarkan setelah bencana ternyata salah aku juga enggak ngerti lagi," sambungnya.
Lebih lanjut, Ifan berharap agar BMKG dapat memperbaiki kinerja. Ini agar tidak lagi timbul korban di kemudian hari akibat bencana.
" Seventeen itu manggung acara BUMN, which is itu badan milik negara. Masak PLN yang ngundang sendiri aja itu nggak dapat peringatan apa pun itu. Jadi yang dia bilang ada peringatan bla bla bla apapun itu kalau aku sih bullshit (omong kosong)," ia meluapkan emosinya.
Pasha Ungu Lantunkan Lagu Seventeen, Ifan: Makasih, Kanda
Dream - Duka masih menyelimuti Riefian Fajarsyah atas meninggalnya sang istri, Dylan Sahara, serta ketiga rekannya di Seventeen akibat terjangan tsunami Anyer pada 22 Desember lalu.
Kisah pilu pria yang akrab disapa Ifan Seventeen itu mengundang empati dari sesama musisi. Salah satunya Pasha Ungu.
Vokalis yang juga menjadi Wakil Wali kota Palu itu membawakan lagu Seventeen berjudul 'Kemarin' di acara Celeb Fest, Singapura, pada Sabtu kemarin.
Sambil memetik gitar akustik, Pasha menyanyikan lirik lagu karya mendiang gitaris Seventeen, Herman Sikumbang.
Lagu yang tengah menjadi buah bibir usai tragedi tsunami itu dibawakannya dengan syahdu tanpa diiringi personil Ungu lainnya.
Meski begitu, Pasha meminta maaf kepada Ifan usai membawakan lagu. Aksinya ini diunggah melalui Instagram Story akun @pashaungu_vm.