Akhmad Khowarizmi, 10 tahun, tercatat sebagai korban selamat dalam tsunami Anyer, Banten pada Sabtu malam pekan lalu. Bocah asal Pasuruan, Jawa Timur ini berlindung pada gitar cadangan grup band Seventeen yang mengapung di atas air.

Kakek Azmi, Ashari, 64 tahun, bercerita cucunya bersama orangtua dan adiknya sedang ikut Family Gathering PLN di Pantai Tanjung Lesung.

Anaknya yang bernama Ninil Ukhita Anggra Wardani, 38 tahun, yang juga ibu dari Azmi menjabat sebagai Manajer Senior Aset dan Properti PLN Unit Induk Transmisi Jawa Barat-Banten.

Jenazah Ninil sudah dimakamkan pada Senin malam, 24 Desember 2018 di TPU Kalirejo, Bangil, Pasuruan.

" Saat tsunami menerjang, keluarga kecil anak saya berada di bangku penonton bagian depan," ujar Ashari, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 26 Desember 2018.

Menantu dan kedua cucu Ashari selamat. Sayangnya, putri kandungnya meninggal dalam bencana tersebut.

Kisah Selamat Cucu dan Menantu
Ashari mengaku diberitahu sang menantu, Akhmad Diyak Kaukabi, 39 tahun, mengenai bagaimana kedua cucunya selamat. Menurut Ashari, Azmi selamat karena berpegangan pada gitar cadangan band Seventeen yang mengapung.

"Saat tersapu gelombang, cucu saya menggapai gitar cadangan band yang manggung itu, lalu menjadikannya pelampung," kata Ashari.

Sedangkan cucu keduanya, Farzana Arfa Fahira, 7 tahun, tertimpa karpet panggung. Bocah itu tidak terseret gelombang tsunami.

"Arfa ditemukan tertutup karpet panggung," kata dia.

Sedangkan menantunya bisa selamat karena mengikuti hempasan gelombang. Menurut Ashari, Diyak kemudian tersangkut pohon.

"Namun anak semata wayang saya meninggal. Almarhumah berhasil ditemukan saat keesokan harinya di sekitaran Tanjung Lesung," ucap dia.

Ashari berusaha menguatkan kedua cucunya. Mereka sangat bersedih dan kerap menangis karena ditinggal oleh sang ibu.

"Saat bersama saya mereka tenang. Namun saat sendiri, kadang mereka menangis, biasanya mereka selalu memeluk ibunya saat pulang kerja," kata dia.

Pesan di Balik Password Ponsel 2212
Selanjutnya, Ashari mengaku tidak mendapatkan firasat apapun mengenai kepergian putrinya. Tetapi, dia menangkap ada yang berbeda pada kebiasaan Ninil sepulang umroh bersama Diyak pada 22 November 2018 lalu.

Ninil jadi semakin baik. Bahkan kerap memberikan sesuatu kepada ayah dan ibunya.

"Seminggu sebelum insiden itu, saya dibelikan Xiaomi Redmi not 5. Passwordnya 2212. Saya tak menyangka jika itu adalah pesan terakhir Ninil," ucap Ashari.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan)