Biasanya, menangis kerap dilakukan saat seseorang sedih atau marah. Namun uniknya, siapa sangka jika saat ini menangis bisa dijadikan profesi yang menghasilkan uang. Hal ini sudah terjadi di sejumlah negara sejak dua tahun lalu. Memasuki 2015, menangis bahkan menjadi profesi yang terbilang populer di Asia, terutama Taiwan.
Mereka sengaja direkrut untuk menangis dan menunjukkan rasa duka yang mendalam. Dengan tangisannya, mereka harus memberikan kesan kepada orang yang hadir, bahwa orang yang meninggal saat itu sangat berpengaruh dan penting. Seseorang bernama Ian Robertson bahkan mendirikan bisnis Rent-a-Mourner, bisnis untuk menyewa orang yang menangis di pemakaman.
Di Taiwan, pemakaman dramatis dengan pelayat yang ramai menangis terbilang sangat penting secara budaya dan tradisi. Maka biasanya, untuk menunjukkan atmosfir yang sesuai, keluarga yang kaya raya akan menyewa para pelayat profesional yang bertugas menangis dan bernyanyi dengan sedih.
Menangis di tempat orang yang tak terkenal sangat sulit. Tapi itu tidak terjadi dengan pelayat palsu profesional asal Taiwan, Liu Jun Lin. Wanita yang kini berusia 34 tahun tersebut mengaku dapat menangis di tengah pemakaman orang lain hanya dengan membayangkan dirinya sebagai keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, setiap tangisannya sungguhan dan dia telah menjalani profesi itu selama 19 tahun.
Dengan biaya 45 pound sterling atau Rp 898 ribu per jam (kurs: Rp 19.955/pound sterling), Anda dapat menyewa para pelayat palsu di Inggris. Jasa pelayat palsu ini dibutuhkan untuk menangis dan menunjukkan bela sungkawa di pemakaman.
Sumber: suratkabar.id