Keinginan untuk mempercantik diri sendiri pastinya dimiliki oleh setiap wanita apalagi sebagian masyarakat umum menilai sifat dari seseorang melalui penampilannya. Sayangnya demi bisa mempercantik diri dengan instant, banyak orang yang rela melakukan sulam alis hingga menggunakan extension bulu mata dengan harapan dirinya akan menjadi lebih cantik dan menarik dalam waktu yang lama.
Hal yang sama juga terjadi kepada ibu tiga anak ini dimana ia berharap agar dirinya bisa menjadi lebih menarik dan cantik dengan mempertebal alisnya pada tanggal 27 mei yang lalu namun ia segera menyesal melakukan penebalan alis tersebut. Ini karena ibu muda bernama lengkap Hannah Corrigan ini tidak menjalani Patch Test terlebih yang telah ditawarkan pihak salon kepadanya, perlu diketahui bahwa patch test adalah proses pengecekan apakah kulit seorang pelanggan memiliki alergi atau tidak.
Hannah merasa bahwa ia tidak perlu melakukan test tersebut karena sebelumnya ia belum pernah melakukan apapun terhadap alisnya, manager salon tersebut juga ambil bagian dalam meyakinkan Hannah untuk tidak menggunakan Patch Test dengan alasan prosedur penebalan alis ini takkan sakit.
Selagi sedang berada di salon Hannah berniat untuk mempercantik kukunya juga dan Manager salon pun meninggalkannya dengan tinta alis yang masih menempel selama 20 hingga 25 menit.
Sewaktu tersadar, bergegas manager salon tersebut kembali dan menghapus tinta tersebut dan akibat kelalaian manager tersebut, mata Hannah menjadi bengkak dan susah untuk dibuka keesokan harinya.
Tentu saja kejadian ini sangat merugikan bagi Hannah, apalagi hari tersebut adalah hari liburan Hannah bersama dengan kekasih serta kedua anaknya yakni Ellis dan Lucas.
Hannah kemudian dilarikan ke Rumah Sakit ditengah liburannya untuk mendapatkan suntikan anithistaines serta beberapa obat lainnya. Sayangnya kondisi Hannah tak kunjung membaik meski telah lewat 6 hari, Hannah terpaksa menanggung malu selama liburannya, merasa tak terima Hannah langsung melaporkan kasus in ke jalur hukum sementara pihak dari salon menolak untuk berkomentar mengenai kejadian ini.